munafik

•April 22, 2009 • 1 Komentar

apakah yang aku cari selamanya berarti ?

apakah yang aku inginkan selamanya menawan ?

apakah yang membutakan hati ini ?

apakah itu dunia fana ?

 

aku begitu munafik dan hina

aku seperti bangkai yang dihindari manusia

namun aku berdalih bahwa bangkai itu bukan diriku

padahal bau itu tercium jelas olehku

 

aku begitu tenggelam dalam kefanaan ini

hati ku hitam legam menangisi takdir duniawi

padahal ada yang lebih indah dari kehidupan fana ini

padahal mentari dan taman itu sudah siap menanti ku kini

 

tapi aku tak bisa kesana dengan bekal ku

hanya kebodohan yang membelenggu benak ku

hanya angan-angan tanpa perilaku

aku gak akan bisa kesana dengan kekosongan ini

 

aku miskin hati

aku butuh cahaya penyinar hati

di hati yang ku cari hanyalah kekayaan materi

di bibir ku berbicara tentang esensi surgawi

 

aku munafik, yang berbohong saat berbicara

aku bagaikan orang yang berjalan dalm kegelapan

aku ini tak berarti, sampah bagi siapapun

tapi aku berperilaku bagaikan makhluk suci

Kontras

•Januari 2, 2009 • 2 Komentar

Disini begitu damai

Ditempat ku berdiri ini

Dapat ku rasakan dan ku hirup angin yang sejuk ini

Dapat ku bersujud kepada Ilahi dengan begitu bebasnya

Namun kontras disana

Dapat ku lihat berceceran darah segar para syuhada

Dapat ku rasa walau begitu jauh, penderitaan mereka

Dapat ku cerna bahwa mereka tak sebebas diriku disini

Tangan ini tak mampu meraih tangan mereka

Walau hati ini terpaut tak berjarak sedikit pun

Doa dan doa ku panjatkan

Sementara teriakan dan tangisan mereka terus terngiang

Kontras, begitu kontras

Apa pantas ku berbahagia saat ini ?

Apa pantas ku bersenang-senang ?

Disaat kota suci Palestina di bombardir, ketika semua kocar-kacir

Takbir ini ku layangkan bersama tinju ke udara

Pukulan secara tidak langsung untuk zionis Israel

Semangat secara tidak langsung untuk rakyat Palestina

Untuk mereka yang berjuang di jalanNya

Terimakasih cinta untuk segalanya

•Desember 24, 2008 • 1 Komentar

Assalamu’alaikum wr.wb.

Ukhti wa Akhi…I’m back…hehehe. Saking sibuk ampe ga bisa nge posting nih. (alias internet di rumah lagi bermasalah).

Baru aja menyelesaikan sebuah acara yang semoga bermanfaat dan di ridhoiNya. Kerja keras selama beberapa bulan terakhir, keringat dan air mata yang tumpah, tenaga dan materi yang kita keluarkan, semoga diridhoiNya. Sungguh, hanya demi Allah, hanya demi menancapkan bendera dakwah, hanya untuk memperjuangkan agamaNya.

Pengalaman berharga, sangat berharga.

Tafakur Alam 2008, setahun sebelumnya saya masih menjadi peserta, tapi tahun ini saya menjadi panitia. Atmosfer yang sangat berbeda. NATURES, Nikmati Alam, Tunjukkan Ukhuwah, Rasakan KeEsaannya. Itulah tema TA tahun ini. Penuh rintangan namun menyenangkan.

Kegiatan yang dipadati dengan materi-materi, outbond, games, muhasabah, pokoknya yang mengajak kita mensyukuri alam, mensyukuri nikmatNya.

Banyak banget masalah, pas syuro, pas jualan, pas forsil, pas TQ, pas cari dana tunggang langgang kesana kemari. Tapi, saya teringat perkataan saya sendiri. Hidup itu adalah masalah, klo ga mau ada masalah ya binasalah. Cukup sadis, tapi efektif kok.hehe

Alhamdulillah, dengan tim yang subhanallah luar biasa biasa diluar hehehe, kita bisa ngadain acara TA 3 hari 2 malam seperti pada jadwal. Salut dan banyak terimakasih saya ucapkan untuk kalian para mujahid mujahidah 14 yang rela menghabiskan waktu kalian untuk hal-hal yang belum tentu dilakukan remaja lain. Syuro lah, survei lah, cari danalah, dsb. Bahkan untuk ngebuat konsumsi peserta, ampe tangan kalian kena pisau, bahkan ketika kalian terjaga dimalam hari demi ngamanin yang lain, bahkan setiap yang kalian lakukan, tenang saudaraku Allah Maha Melihat Maha Pemurah. Amalan sekecil apapun pasti dibalas olehNya.

Kegiatan ini juga gak akan berjalan , tanpa bantuan pembina, alumni, dan kelas 3. Kalian subhanallah luar biasa, afwan saya begitu pemalu untuk mengucapkan di depan kalian. Biar Allah saja yang ngurus itu.hehe. Lagian klo satu-satu capek..hehehe. Terimakasih atas suport moral, dana, dsb. Terutama untuk Kak Ana, pribadi aku terimakasih banget sama kakak. Kakak udah kayak kakak ku sendiri, Ya Allah sungguh saat sedih dan senang dia ada disampingku, terimakasih Ya Allah kau berikan aku saudara yang sangat baik.

Terimakasih yang tak terhingga kepada Allah swt. saya saaayyyaaanng banget sama Kamu. Tau ga, disaat kita lagi kekurangan dana H-1. Masih kurang cukup banyak. Tapi tiba-tiba, saat ngitung uang ba’da TA. Kita malah surplus, subhanallah pertolongan itu datang bertubi-tubi.

Terimakasih juga buat peserta yang mau menginfakkan sedikit uangnya. Terimakasih atas kesabaran kalian menerima fasilitas yang seadanya yang kami bisa berikan. Apalagi makan makanan yang dingin kayak baru dikeluarin dari kulkas. kalian hebat.

Momen berkesan ?? so pasti pas materi alumni. Pagi-pagi baru selesai jaga. Dibawah langit yang berhiaskan bulan dan bintang (cuma dikit). Saya meneteskan air mata, ketika alumni berkata “Kembali luruskan niat, jangan merasa kalian yang paling cape, jangan merasa pekerjaan kalian paling berat, misal, kalian ngeremehin kerjaan PJ.kebersihan padahal bisa aja mereka yang di ridhoi Allah, sedangkan KoI/KoA yang kerjaanya banyak klo ga ikhlas/ cuma carmuk malah ga di ridhoi”. Mungkin temen-temen ga liat, tapi saya menangis, dan mencoba meluruskan niat lagi.

Oh iy, pas APSI juga seru,,,baru berasa ngmpul sesama akhwat. Penampilan pesertanya lucu-lucu dan kelas 3 nya bagus banget..kalian seru. mmm mungkin itu aja yang bisa saya tulis disini, walaupun masih mw ngomong panjang lebar, tapi waktu..yang memisahkan saya dengan keyboard.hehehe.

Wassalamu’alaikum wr.wb.

UAS

•Desember 1, 2008 • 1 Komentar

UAS, actually I don’t wanna talk about it,,,tapi kalian maksa, sabar..sabar.. hehhe

UAS adalah kependekan dari Ujian Akhir Semester..not bad,.

Hari pertama, cukup sulit (baca: sangat sulit) matematika, sadis, saya mengarang bebas seperti saat saya membuat novel…God help me..! Kemudian bahasa Indonesia, yang sangat saya takuti saya di dapatkan tertidur saat mengerjakannya. Tapi, saya ga tidur tadi..50 pilganda cukup banyak..cukup kerja keras untuk tidak tertidur,..I mean..cukup kerja keras ngerjain soalnya yang ngejebak. Klo kata Fakhriy “Trap banggget nih soal!” hehe.

Photograph of Bad Situation

•Desember 1, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

I’m a desperate girl
I’m searching for something
Something to make me feel happy
I need some air to get me free

I’m a panic girl
When the time goes by
But I still far away standing
Scream and cry, their are nothing

Be apart, be a mess, be a pathetic person
Nobody hear, although I’m screaming loud, too loud
But there’s nothing, too silent to the action
Too hope to get a simpathy

Well it’s too hurt
The scare it’s too deep in my heart
The pain feel so real but I can’t heal
Just like a sad girl

And when I realise this tears streaming on my face
Suddenly I wonder, wondering a friend
Who want standing next to me, hold my hands
Sweep this tears, erase all the pains

But, the reality I’m here alone
The rain is too hard
My eyes can’t reach all
It’s colder than before, just like my heart frozen

I’m not a looser
Just falling down for temporary
This tears blend with the rain
I can’t stop crying until a friend come here

I’m lonely
Need someone who can be
My friend
I’m not so pity

Kamis 27 nov 2008

•November 28, 2008 • 1 Komentar

Kamis,…entah kenapa dari dulu saya kurang menyukai hari tersebut..

Mungkin emang udah takdirNya, setiap hari kamis buat saya agak gimana gitu ( sebenernya tragis, tapi ga tega nyebutnya). Yah, sekarang kita ke kamis 27 nov 2008 aja….pada hari tersebut, emang pelajarannya paling ga saya suka, dan hari itu saya pulang sore. Pelajaran hari itu :

1. Olahraga, saya ga bisa ikut, karena kaki saya seperti biasa, ehmmm..reumatik kambuh + blm kelar ngerjain tugas kimia. Jadi langsung kabur ke mesjid, cari pencerahan dengan membaca Al Qur’an dan sholat dhuha. Pencerahan buat perut saya juga, coz saya langsung makan roti dunkin saya. Dan pastinya tugas kimia saya kerjakan di mesjid Al Huda mesjid tercinta. Terpukau dengan kebersihan mesjid hari itu yang hampir tiap hari saya kunjungi. “Siapa yang bersihin ?” tanya saya.

2. Matematika, Bu Fauro ga masuk. “Kesempatan ngerjain tugas kesenian” pikir saya. Langsung buka buku gambar, siap-siap alat, tanya ma Ines seperti biasa “terus abis garis ini, kemana lagi nes ?”. Ga tau ada angin apa, tapi anak-anak sekelas kayaknya ada yang sedang lat. untuk audisi Indonesian Idol, kasmaran, patah hati, dsb. Kita pada nyanyi, termasuk saya. Saya nyanyi bareng temen sebangku saya, siapa lagi klo bukan Clara. Dan 2 orang temen saya, Ines dan Radit yang ribut mempermasalahkan suara saya yang sengau ” Suaranya biasa aj napa Sar, ga usah sengau gitu” Jelas Ines sambil ketawa.

3. Istirahat, seperti biasa saya ke kantin. Nangkring di depan Mas Yadi ” Carrebian Nut satu, es nya dikit aja” oceh saya ga sabar saking hausnya. Kasih duit 2500, terus cau sama Ines. Di jalan ketemu Radit, dia minta tungguin. Saya sama Ines tungguin dia di depan TU, tiba-tiba datang seorang gadis yang tidak seperti gadis. Jongkok di depan kran kurang lebih 1meter dari saya, yang lagi asik minum. Kran nyala, saya kira dia mau cuci tangan, taunya……dia buang sekret dengan sangat nafsu dan tidak punya malu sama sekali dan tidak punya tata krama sama sekali. “DIA BUANG INGUS DI DEPAN ORANG YANG LAGI MINUM (SAYA) DAN ORANG LAGI MAKAN (INES) ” kaget saya dalam hati. Yah, emang ga ada larangan buang ingus di situ, tapi tolong sopan santun nya yah mba. Saya coba menghindar dengan sesopan mungkin, yaitu menjuah dikit, tapi suara “SROOOTT” itu tambah kenceng dan saking sibuk nya saya berpikir, saya keselek sama minuman saya sendir “Uhuk, uhuk, ehek, aduh, aduh” keluh saya yang sontak berdiri berjalan masuk ke TU. Ga peduli orang yang ada di TU. Saya keselek, Ines pun ikutan. “Parah tuh cewek” pikir kita berdua.

4. Praktek, jatah hari ini fisika, ga ada guru, bab udah tamat. “Kerjain kesenian lagi” pikir saya. Sembari ngerjain tugas, kita yang cewek pada cerita horor tentang sekolah gitu “Tau ga disini tuh,blablabla” Bakti ngerocos udah kayak apaan aja. Si Dita ” Iya, gw juga pernah, blablabla “. Si DP mencoba nyanyi ga jelas menetralisir rasa takutnya.

5. Kesenian, baru masuk kelas saya udah langsung ke meja guru ” bu, bu, ini tugasnya bu” saya semangat. Bu Hidayati menjawab agak sewot ” eh, eh sabar donk ibu nafas dulu ” sambil berjalan tuk ku tuk melewati ambang pintu kelas dan lenyap. Saya kembali ke meja saya. Semuanya berjalan normal, sampai drawing pen 0,6 dan 0,1 dan jangka saya rusak dan penghapus saya hilang. Tragis. Padahal saya sering banget pake yang 0,1 buat nulis. hix. “Mana harga nya 8000 lagi” keluh saya.

6. Istirahat, sholat dzuhur jama’ah. Ngobrol bareng temen dari kelas lain, just for say “hi”. Silaturahim harus tetep berjalan. Tanya-tanya soal ulangan hari ini, kemarin, dsb. Peringatin panitia TA ” Besok syuro, hari ini yang per pj. ya jangan lupa”. Dan saya kembali ke kelas.

7. Kimia, pelajaran tersuram buat saya di kelas 2 ini. Ulangan tiba, sangat mendebarkan. Ternyata ulangan nya PG, asik….bisa nanya (hehe). Alhasil saya ga pernah nanya, tapi si Radit yang nanya, saya nguping jawaban yang dia dapet. Kita ketawa-ketawa ” Sok suci loh, anjrit banget” kata Radit. Selesai ulangan saya bilang ma Radit ” Gw ga nyontek kan”. “Halah sok suci lw” balasnya mengejek.

8. Pulang, tapi ga buat saya. Karena saya harus mengawasi jalan nya syurp per pj. ada yang di depan ruang komputer, depan koperasi, hijab bawah, perpus mesjid, depan lab.bio. Saya cek in satu-satu. Alhasil baru bisa pulang magrib, nyampe jam 19.30 . Langsung makan, dan istirahat sejenak dan ngerjain pr mtk. Hari yang melelahkan.

Kenapa ya ?

•November 28, 2008 • 1 Komentar

kenapa ? Kenapa ya kira-kira ? Kenapa ya ? saya itu sering caper…

Kenapa  ya ? saya itu males banget belajar..

Kenapa ya ? saya itu ga bisa KIAMAT BO..(Kimia, Fisika, Matematika, Biologi) padahal anak IPA..

Kenapa ya ? saya itu carmuk…

Kenapa ya ? saya itu suka berperasangka buruk

Kenapa ya ? saya itu orangnya minder an

Kenapa ya ? saya itu egois

Kenapa ya ? saya itu emosi an

Situasi Tak Terkendali Dan Terkini

•November 28, 2008 • 1 Komentar

“The situation out of my hand but I try to never left behind it” Sarah scream….

“I won’t give up till the end”

“I won’t running away”

“Because Allah swt always here next to me”

Cukup pusing dengan nilai-nilai yang sangat jelek, padahal udah melakukan segala upaya untuk ngelupain itu semua. Tapi apa daya, sepertinya saya ga bisa. 1 desember UAS, dan saya masih tertinggal dalam mengerti pelajaran. Kayaknya, udah ga ada harapan lagi, saya cuma bisa berdoa kepada Allah swt.

Kelas 2, sibuk kegiatan, apalagi saya di amanahkan di bidang rohis sebagai KoA Div. Proyek. Dan proyek saya sekarang-sekarang ini adalah TA. Dan saya sangat pusing, tapi mencoba untuk tetep semangat, tetep usaha mencari solusi dari setiap permasalahan yang ada. Setiap hari kerjaannya syuro. Minggu ini saya udah sukses setiap hari pulang malem. Paling malem kemarin selasa nyampe rumah 20.30 abis survei ke Cururg. Karena hidup adalah sebuah masalah, klo ga mau ada masalah yah binasalah.

Kesehatan, buruk tapi mulai membaik. Ambruk 4 hari, gak bisa jalan dengan normal. Tapi ini sebuah tantangan, tapi sulit juga.

Keuangan, sedikit tapi udah terkumpul. Berkat menahan ego untuk belanja berlebihan. Sekarang dompet kulit coklat saya udah mulai terisi.

Silaturahmi, berkat TA, silaturahmi berjalan cukup baik. telepon sana sini, sms sana sini. Senam jari setiap hari, termasuk saat menulis di blog ini. Pertanyaan bertubi-tubi menghampiri, masih soal TA. Tak usah ditanya dari siapa pertanyaan itu datang, yang pasti dari alumni dan kelas 3.

Bacaan, saya lagi sangat menikmati dan semoga terus ga bosan-bosannya baca Al Qur’an Al Karim, binder yang sangat penting yang slalu dibawa setiap hari, coz pelajaran, anggaran dana, kepanitiaan, nomer penting, dan novel saya ada disana, oh iya sama setumpuk kertas dalam map Doraemon berisi contoh proposal dan LPJ taun lalu..

31st JGTC my experience

•November 24, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Seperti dua tahun sebelumnya, tahun ini saya kembali ke ajang festival jazz tertua di dunia. Tahun ini panitianya lebih bagus masalah konsep lokasi. Jangan resah..lokasi masih di FE UI, Depok. Namun lokasi diperluas. Contoh, pintu masuk di pindahkan bukan tepat di depan FE UI, tapi di jalan menuju FE UI kurang lebih 100m. Trus bazar di pindahkan ke jalan tersebut, yang tadinya di dalam. Area juga diperluas sehingga menjadi lebih lapang. Stage yang sebelum-sebelumnya cuma 2 sekarang berjumlah 3. Kemajuan yang sangat baik menurut saya..tapi sepertinya saya hanya melihat perubahan yang sangat drastis di konsep lokasi. Yah,,walaupun musisi nya juga bagus-bagus, tapi kurang bervariasi. Tetep seru.

Nah sekarang, cerita tentang saya disana yah.

Berangkat bareng 2 temen saya, Amiria Adi Paramita biasa dipanggil Mita dan Rizqa si Bolang. Naik angkot dan melewati jalan tikus kota Depok. Naik ojek. Dan sampai lah kami ke gigs. Sampe kira-kira jam 11an, kita langsung masuk, liat-liat sebentar. Setelah itu Mita menyarankan untuk makan. “Klo sekarang makannya masih agak sepi” katanya. Disana kami bertemu Radit dan 2 temennya, Cipa dan Astia. Kita makan, saya dan Rizqa makan sate ayam+lontong yang kata abangnya “nampol abis neng satenya’. Dan ternyata itu benar, satenya besar-besar sesuai harganya yang cukup mahal untuk kantong pelajar. Mita makan crepe, Radit ga makan, katanya “biar irit”. Padahal daritadi dia kebelet mau beli sepatu yang dilukis, namun akhirnya ga jadi beli. Karena ga ada ukuran yang pas. Cukup tragis.

After that, pukul 12 tak terasa. Kembali Mita yang menurut saya saat itu sangat cocok menjadi seorang konsultan/penasehat. Kembali memberikan saran kepada saya “Sar, kayaknya lw sholat dulu deh, biar nonton nya bisa lama” katanya. Karena si Mita dan Rizqa lagi ga sholat. Jadi yang sholat cuma saya, Radit, dan Astia. Dan setelah sholat, kita langsung menghambur berbaur bersama penikmat musik jazz lainnya.  Setelah selesai, kami istirahat dan pindah ke stage B. Stage terkecil di gigs itu. Tapi lagunya enak-enak semua dan hampir semua orang tahu lagu-lagunya. Kami duduk diatas rumput, nonton bareng. “Pemandangan menarik” jelas Rizqa sambil melirik kan matanya ke arah gitaris band Sekapur sirih. “Hahaha” balas saya. Saya mencari dimana Mita, ternyata dia lagi motret-motret band nya. Eh pas dikasih liat hasilnya, sang gitaris lah yang menjadi objek. Ga jauh-jauh deh, setipe otaknya.

Kita menuju stage C, saat itu ada Waditra Ganesha big band dari ITB. Saya sangat menantikan penampilan mereka. Tapi terlambat, saat saya tiba udah lagu terakhir. Setelah itu ada twentyfirstnight. Band baru yang di gawangi oleh salah satu personil maliq& d’essential ini cukup bagus di awal karirnya. Musik jazz mereka lebih easylistening dan ditambah dengan kerupawanan para personilnya. Cukup membantu. Kami semua terpukau dan Rizqa sampai lupa diri, Lompat-lompat…follow the beat.

Tak terasa, kaki yang sakit ini bertambah sakit. Saya sudah mulai panik, takut reumatiknya kambuh. Akhirnya kami memutuskan pindah ke stage A saat itu lagi diisi oleh Bibus, Ari, dan Gruvi. Saya memutuskan untuk duduk saja dan ga nonton karena kaki saya udah mulai sakit. Mita nemenin saya, ngobrol-ngobrol sambil kipas-kipas. Eh pas si Bibus nyanyi si Mita histeris “Wah ini kan lagu yang sering gw dengerin Sar” Mita panik. “Iya, lw pernah liat mukanya ga?” Tanya saya. “Blon” Jawab Mita santai. Dan hal tersebut kembali terulang saat si Mita mendengarkan lagunya Ari. “Dasar Mita nonton nya Indovision terus sih, cinta Indonesia donk !” Ejek Rizqa. Tiba-tiba kaki saya sembuh, setelah di paksa untuk terus ditekuk. Pas juga selesai, si Rizqa juga udah kumpul lagi.

Kita balik lagi ke stage C, langsung nyelap-nyelip kayak upil. Kita udah muka tembok banget, sampai orang-orang menatap sinis. Cuma saya yang menyadarinya, si Mita dan Rizqa bablas maning. Akhirnya dengan segala kepedeean kita dapet posisi wuenak tepat di depan panggung. Terperangah dengan penampilan Sadahulung Big Band dari UNPAD. Tapi sayang cuma sebentar, namun terbayar oleh musisi sesudahnya yaitu Lica Cecato dari Brazil. Bagus. Featuring Idang Rasjidi keren banget.

Dan saat itu bener-bener mendung. Dan usai sudah pertunjukan Lica Cecato semua penonton terguyur hujan yang sangat deras. Semua ricuh tapi tetep bertahan karena setlah ini ada Ireng Maulana JakJazzAllStars feat. Afgan, Ermy kulit, Didiek SSS. Saya udah mau balik tapi ga bisa karena penonton dibelakang saya malah nahan diri diguyur hujan. saya pikir “waduh, ga bisa kayak gini”. Tapi nyatanya saya bertahan disana untuk beberapa jam beratap payung dan terpal yang digelar dari atas panggung. Berdesak-desak kan, saya sangat benci bagian ini. Saya duduk diatas besi rangka kubus dengan lebar 5cm. Karena saya sudah tidak tahan, tapi masih dikelilingi oleh manusia.

Akhirnya ketika hujan tinggal rintik-rintik, saya menaruh payung saya diatas sound system di samping saya. Di tinggal beberapa menit dari penjagaan saya, payung itu lenyap. “Sadis” seperti lagu Afgan, di tengah saksi ratusan ato ribuan manusia ini masih aja ga tau malu untuk nyolong. Saya pasrah, namun ketika hujan kembali sedikit lebat tiba-tiba di belakang sound system mucul payung bunga=bunga warna biru. Dan itu milik saya, saya berteriak “woy, itu payung gw balikin”. Akhirnya orang tersebut ngebalikin sambil cengegesan. Ga tau malu juga ternyata.

Panggung sudah mulai disiapkan lagi, pukul 17.30 kurang lebih. Saya cukup panik “bagaimana nanti mau sholat maghrib?”. Beneran pas mulai manggung lagi jam 18.00 dan saya ga bisa sholat. Saya stres didepan panggung dan menangis. Padahal posisi saya OK banget. Tapi saya ga peduli saya harus sholat. Inget-inget saat itu saya jadi teringat lagunya Eric Clapton yang berjudul “Tears in heaven” dan Michael Frank “Tiger in the rain”. klo digabungin jadi “Tears in the rain” saya banget tuh hix. Akhirnya dnegan kenekatan saya, saya masuk ke backstage dan bertemu para kru yang asyik tidur. Saya bilang sama Mita “Udah lewat aj, bisa kok”. Mita dan Rizqa pun mengikuti. Saya bertanya sama panitia dimana jalan ke mushola. Dan si panitia bilang “lewat sini kak, lurus terussss, bisa kok” mencoba meyakinkan saya. Yang sekarang tampangnya sudah sangat bete  dan bertanya berkali-kali “bisa lewat sini mas?”.

Alhasil saya udah selesai sholat, tak lama Rizqa udah di jemput ortu nya. Saya dan Mita masih menunggu ortunya Mita. Kita pulang jam 19.30 kurang lebih sampai rumah jam 20.30. Hari yang sangat melelahkan tapi penuh pengalaman. I wann say thank you to Rizqa and Mita, karena kalian rela meninggalkan Afgan demi mengantar saya sholat. Semoga kebaikan kalian di balas Allah swt.Aminn

Introduce LOMO ladies and gentlemen

•November 22, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

“Hmmmm kamera LOMO ? Apaan tuh ? Ih kamera nya lucu…warna warni” saya berkata dengan tampang tersepona sambil melihat salah satu chanel yang nge bahas tentang komunitas LOMO….

Hanya dalam beberap menit…saya langsung fall in love with this stuff…padahal ga ngerti apa-apa tentang kamera itu..

Leningsradskoye Optiko Mechaninicheskoye Obyedinenie itu nama panjang nya..ribet kan ? jadi call it just LOMO..kamera nya itu manual, tanpa USB, infrared, bluetooth, meomory card, bahkan 3G tidak akan pernah anda temukan pada kamera ini. Keunikan dari kamera LOMO adalah..dengar-dengar klo motret pake LOMO hasilnya bisa bede-beda tiap kameranya..punya ciri khas sendiri..misal, tiba-tiba di foto anda ada cahaya-cahaya yang seharusnya ga ada..ato kerusakan-kerusakan lainnya yang justru membuat hasil foto nya itu “WOW”. Tanpa perlu di edit, jadi udah di edit..Kita jadi di buat penasaran, “gimana yah hasilnya?”.

Kamera LOMO itu macem-macem…ada yang satu lensa, dua lensa, empat lensa, delapan lensa, fish eye..masih banyak deh aksesorisnya. Udah gitu bentuk dan warnanya lucu-lucu..pas banget buat orang yang suka bereksperimen…malah ada yang di cetaknya itu filmnya di bakar, di gesek-gesek, di rebus,..emang telor kali di rebus..harga ? jangan di tanya, kamera ini harganya cukup terjangkau ada yang 500rb an sampai 5juta..itu juga udah lengkap aksesoris…yah bagi yang masih pelajar..klo belum bisa beli DSLR, LOMO juga bisa jadi pilihan yang menarik..saya juga lagi kumpulin duit, walaupun ga ke kumpul-kumpul..dan hanya bisa memandangi dari website-website LOMO…

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.